SIMPOSIUM NASIONAL ENTREPRENEURSHIP 3 (SNE3)

Latar Belakang :

Entrepreneur dapat diartikan sebagai kemampuan dan kemauan seseorang atau individu dalam menciptakan peluang ekonomis dari sebuah ide usaha baik dijalankan dari skala kecil maupun besar. Jenis usaha yang dijalankan ini bisa dilakukan oleh individu maupun berkelompok bekerja sama dengan orang lain. Entrepreneurship juga berhubungan dengan suatu pola pikir yang dimiliki oleh suatu individu untuk mengembangkan potensi diri dalam memanage jalannya suatu usaha dari ide peluang usaha yang dimilikinya. Seorang entrepreneur memiliki kelebihan dalam mengembangkan potensi dirinya dan mampu menemukan peluang usaha yang selanjutnya akan diwujudkan dengan terbentuknya suatu bidang usaha.

Entrepreneurship perlu digali dalam setiap sisi individu. Kemampuan dan potensi yang dimiliki tiap-tiap individu akan berbeda. Oleh karenanya, seseorang perlu sekali untuk mengenali dirinya sendiri secara mendalam, terutama yang berhubungan dengan kompetensi diri, bakat, minat atau bahkan hobi yang dimiliki. Entrepreneurship bisa dipelajari dan diasah lebih mendalam, karena akan saling berkaitan antara ilmu dan kemampuan seseorang. Jadi, tak ada yang tidak mungkin jika seseorang ingin memulai untuk belajar dan mempraktekkan entrepreneurship, karena semua orang punya kesempatan untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses dengan menggali kemampuan dan ide usaha yang pada diri pribadinya.

Belakangan ini, semakin banyak bermunculan pelaku usaha sektor industri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Manfaat bisnis UMKM ini sudah banyak dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Indonesia yang kreatif dan mau berusaha.

UMKM merupakan salah satu peluang bisnis yang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Perannya yang besar dalam kemajuan perekonomian dan membantu mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Data dari kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa kontribusi UMKM terhadap GDP sebesar 59% dan kontribusi terhadap lapangan pekerjaan sebesar 97%.

Pada kenyataannya penghasilan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masih belum stabil. UMKM masih memerlukan bantuan atau penyuluhan yang kuat melalui Literasi Keuangan Indonesia untuk memperkuat pengetahuan mengenai sistem keuangan yang lebih maju. Permasalahan modal masih menjadi kendala yang umum pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan demikian, pemerintah Indonesia perlu secara konsisten mendukung UMKM dalam banyak hal, antara lain melalui pembuatan kebijakan dan strategi yang dapat memberdayakan dan memperkuat UMKM. Seperti telah kita ketahui Ekonomi Kreatif sejak tahun 2013 lalu telah menjadi sektor ke-10 dalam sektor perekonomian Indonesia (sumber BPS), kontribusi Ekraf terhadap PDB sebesar 7,05% , serapan tenaga kerja sekitar 10% dari total angkatan kerja serta ekpor Ekraf sebesar 7,27% dari total keseluruhan ekspor Indonesia. Dibentuknya Badan Ekonomi Kreatif Oleh Presiden Joko Widodo pada awal tahun 2015 mempunyai tugas membantu Presiden dalam :a. Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan program di bidang ekonomi kreatif; b. Perancangan dan pelaksanaan program di bidang ekonomi kreatif; c. Pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pelaksanaan kebijakan dan program di bidang ekonomi kreatif; dan d. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan kebijakan dan program di bidang ekonomi kreatif. Sehingga dengan dibentuknya Badan Ekonomi Kreatif, berharap ekonomi kreatif akan menjadi salah satu primadona penggerak perekonomian Indonesia untuk limat tahun ke depan dan siap menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sudah berjalan sejak 2016 dan pasar global.

Memiliki jiwa entrepreneurship memang sangat penting, terutama bermanfaat bagi diri pribadi seseorang. Lebih luas lagi, jiwa entrepreneurship ini jika telah dipraktekkan maka akan tumbuh berkembang yang berpengaruh kepada tingkat ekonomi suatu daerah dan taraf ekonomi bangsa secara nasional. Entrepreneurship sangat penting dalam menyangga stabilitas ekonomi suatu bangsa, termasuk di Indonesia. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan menumbuhkan jiwa entrepreneurship serta memotivasi para UMKM di Indonesia.

Tujuan Kegiatan :

  1. Meningkatkan pengetahuan dan daya kreatif UMKM
  2. Memotivasi para UMKM

Tema Seminar

“Menumbuhkembangkan Industri Kreatif Dengan Mempertahankan Kearifan Lokal”

Narasumber

  1. Dias Agata (owner Azqiara)
  2. Ichsan Maulana (Bussiness Coach & CEO PT. Cyber Security Global)

Pelaksanaan Kegiatan

Hari : Kamis
Tanggal : 16 November 2017
Acara : Simposium Nasional Entrepreneurship 3
Waktu : 08.00 – selesai
Tempat : Graha Rektorat utama lt 10, Universitas Trunojoyo Madura

Sasaran Peserta

Kegiatan ini akan dihadiri oleh para akademisi, birokrasi, praktisi, pengamat, dan pemerhati kewirausahaan yang terdiri dari:

  1. Dosen/Peneliti Bidang kewirausahaan
  2. Mahasiswa Entrepreneurship
  3. Para UMKM khususnya Binaan BUMN, Perbankan dan UTM
  4. Dinas Koperasi dan UMKM
  5. Dinas Perindustrian dan perdagangan

Kontribusi dan Fasilitas Peserta

Kontribusi Pemakalah SNE 3 Rp. 250.000,-

Fasilitas Peserta dan Pemakalah adalah sebagai berikut:

  • Snack,
  • Makan Siang,
  • Sertifikat.

Sekretariat

 Fakultas Ekonomi  dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura

Jl. Raya Telang PO. Box 2 Kamal Bangkalan Madura

Contact Person :

Faidal                                : 081233433377

Yustina Chrismardani   : 085646445404

Dian Yunita                     : 085733300971